3.4 KiB
3.4 KiB
AGENTS.md
Working Style
- Prioritaskan solusi paling sederhana yang langsung menyelesaikan masalah.
- Jangan over-engineer, jangan tambah logic/fitur di luar scope request.
- Kalau ada opsi cepat dan aman, pilih itu dulu sebelum pendekatan kompleks.
- Hindari perubahan banyak sekaligus; lakukan minimal change yang terukur.
- Tujuan utama: jangan bikin error baru saat memperbaiki error lama.
FE Skills Focus
- Utamakan praktik yang rapi dan konsisten untuk
Vue.js(Options API sesuai pola existing project). - Untuk pekerjaan front-end, fokus pada perbaikan perilaku UI/state terlebih dulu sebelum refactor besar.
- Untuk
Vuetify, ikuti pola komponen yang sudah ada di module terkait (jangan ganti gaya/arsitektur tanpa diminta). - Saat bug UI/network, cek dulu alur
mounted,watch,computed, danstore dispatchsebelum menambah mekanisme baru. - Jika diminta meniru modul referensi, ikuti pola modul referensi secara ketat.
Pull Request — Wajib Sebelum Membuat PR
Sebelum membuat PR, selalu jalankan dua perintah ini terlebih dahulu:
git log origin/master..origin/staging --oneline # lihat semua commit yang belum masuk master
git diff origin/master...origin/staging --stat # lihat semua file yang berubah
Deskripsi PR harus mencakup semua commit yang ada di staging tapi belum di master — bukan hanya commit terakhir. Jangan sampai ada commit/file yang terlewat.
Pull Request Format
Setiap PR wajib menggunakan struktur berikut:
Title: TASKCODE - deskripsi singkat
Body:
## Latar Belakang Masalah
[Root cause atau kebutuhan yang melatarbelakangi perubahan]
## Perubahan
- [Bullet point perubahan spesifik per komponen/fungsi/store]
## File yang Diubah
| File | Komponen/Fungsi | Keterangan |
|---|---|---|
| `path/to/Component.vue` | `method X` | deskripsi singkat |
## Test yang Harus Dilakukan QA
- [ ] Skenario normal: ...
- [ ] Skenario edge case: ...
- [ ] Skenario negatif: ...
- [ ] Regression: pastikan fitur terkait tidak rusak
Git Flow (Saat Diminta Commit/Push)
- Inspeksi minimal: jalankan
git statusdangit diff --statdulu. - Sebelum membuat commit, selalu tanya kode task kepada user.
- Format commit message wajib:
TASKCODE - deskripsi singkat- Contoh:
6D9QD6 - buat api baru
- Contoh:
- Jangan buat commit tanpa kode task dari user.
- Kode task digunakan untuk sinkronisasi timesheet Odoo.
- Sebelum push atau menyiapkan merge branch kerja, selalu cek base branch remote yang benar terlebih dahulu, lalu jalankan
git fetch origindangit rebaseke base remote tersebut agar conflict muncul lebih awal dan proses merge lebih minim error. - Push branch kerja ke remote lalu buat merge request ke
main; proses merge ikuti permission dan alur review repo, jangan direct push kemainkecuali diminta eksplisit. - Jangan pernah melakukan
git push --forceatau varian force-push lain. - Lalu
git pushtanpa kerja tambahan yang tidak diperlukan.
Auto Sync ke Devcpone
- Repo ini punya post-commit hook di
.githooks/post-commityang otomatis menjalankanscripts/devcpone_sync.sh. - Setiap
git commitdi branchmasterataustagingakan langsung rsync file yang berubah kedevcpone.aplikasi.web.id:/home/one/project/one/one-ui/. - Hook sudah aktif (
core.hooksPath = .githooks), tidak perlu jalankan script deploy manual. - Jangan bilang tidak ada hook/sync sebelum mengecek
.githooks/danscripts/terlebih dahulu.