redesign layout and expand to full SCM coverage
- Replace MatOne-clone sidebar with distinct blue navy sidebar design - Lighter blue color palette (#5699DA) for better readability - Remove app icon/logo, use text 'SCM' branding - Fix sidebar active tab highlighting (only current page, not entire group) - Fix duplicated title/search/button inside overflow-x-auto containers - Restructure all list pages: filters before table, table outside flex Add 20 new pages to cover missing requirements from SCM spec: - Purchase Requisition (list, create, approval queue) - PO 3-Way Matching with mismatch detail view - PO Amendment workflow - Supplier Performance scorecards, contacts, blacklist - Returns/RMA workflow and ATP check - Lot/Batch and Serial number tracking - ABC Analysis, Pick List generation - Freight Cost comparison, Shipping Documents - Scenario Planning - Notification Center with preferences - System Integrations registry - Custom Report Builder Add documentation: - docs/BP-SCM-ENGLISH.md — full business process documentation - docs/BP-SCM-INDONESIA.md — versi Bahasa Indonesia - docs/DIFFERENCES-ENGLISH.md — SCM vs MatOne MMS comparison - docs/DIFFERENCES-INDONESIA.md — perbandingan SCM vs MatOne
This commit is contained in:
334
docs/BP-SCM-INDONESIA.md
Normal file
334
docs/BP-SCM-INDONESIA.md
Normal file
@@ -0,0 +1,334 @@
|
||||
# Manajemen Rantai Pasok — Proses Bisnis
|
||||
|
||||
## 1. Proses Pengadaan
|
||||
|
||||
```
|
||||
PR → PO → GR → 3-Way Match → Faktur → Pembayaran
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 1.1 Purchase Requisition (PR) / Permintaan Pembelian
|
||||
|
||||
**Pemicu**: Departemen mengidentifikasi kebutuhan material atau jasa.
|
||||
|
||||
1. Pemohon membuat PR dengan rincian item, kuantitas, estimasi biaya, dan justifikasi
|
||||
2. PR melalui persetujuan bertingkat berdasarkan nilai:
|
||||
- Level 1: Manajer Departemen (hingga Rp 10M)
|
||||
- Level 2: Manajer Rantai Pasok (Rp 10M–Rp 100M)
|
||||
- Level 3: Direktur (>Rp 100M)
|
||||
3. PR yang disetujui dikonversi menjadi Purchase Order
|
||||
4. PR yang ditolak dapat direvisi dan diajukan ulang
|
||||
|
||||
**Field utama**: No. PR (otomatis), pemohon, departemen, tanggal diperlukan, item (SKU, deskripsi, qty, UOM, estimasi harga), justifikasi, riwayat persetujuan
|
||||
|
||||
### 1.2 Purchase Order (PO)
|
||||
|
||||
**Pemicu**: PR disetujui atau kebutuhan pengadaan langsung.
|
||||
|
||||
1. Petugas pengadaan memilih pemasok (sistem menyarankan pemasok preferensi)
|
||||
2. PO mencakup: pemasok, gudang tujuan, item (SKU, qty, harga satuan), tanggal pengiriman, syarat pembayaran
|
||||
3. Alur persetujuan PO dengan batas wewenang yang dapat dikonfigurasi:
|
||||
- Hingga Rp 50M: Manajer Pengadaan
|
||||
- Rp 50M–Rp 500M: Manajer Keuangan
|
||||
- Diatas Rp 500M: Direktur
|
||||
4. PO dikirim ke pemasok melalui email (PDF) atau portal pemasok
|
||||
5. Konfirmasi penerimaan dari pemasok dicatat
|
||||
|
||||
**Siklus PO**: `Draft → Menunggu Persetujuan → Disetujui → Diterima Sebagian → Selesai → Ditutup`
|
||||
|
||||
**Amendemen PO**: Perubahan terhadap PO yang sudah disetujui (qty, harga, jadwal kirim) memerlukan catatan amendemen dengan alasan. Persetujuan ulang diperlukan jika amendemen melebihi batas.
|
||||
|
||||
### 1.3 Penerimaan Barang (Goods Receipt)
|
||||
|
||||
**Pemicu**: Barang fisik tiba di gudang.
|
||||
|
||||
1. Staf gudang membuat Goods Receipt Note (GRN) yang merujuk ke PO
|
||||
2. Kuantitas yang diterima dicatat per item PO
|
||||
3. **Inspeksi Kualitas**: Barang diarahkan ke antrian inspeksi
|
||||
- Lulus → Diterima ke inventory
|
||||
- Gagal → Ditolak atau Dikarantina dengan NCR
|
||||
- Sebagian → Terima qty baik, tolak yang cacat
|
||||
4. Level inventory diperbarui otomatis setelah konfirmasi GRN
|
||||
5. Putaway ke lokasi bin yang disarankan berdasarkan kategori item
|
||||
|
||||
**Penanganan selisih**: Selisih kuantitas atau kualitas ditandai secara otomatis. Kekurangan dicatat sebagai penerimaan tertunda.
|
||||
|
||||
### 1.4 Three-Way Matching (Pencocokan Tiga Arah)
|
||||
|
||||
**Pemicu**: Faktur pemasok diterima.
|
||||
|
||||
1. Sistem mencocokkan: **kuantitas PO × harga satuan** ↔ **kuantitas GR** ↔ **kuantitas faktur × harga faktur**
|
||||
2. Status pencocokan:
|
||||
- **Cocok** — ketiga dokumen sesuai → pembayaran diantrekan
|
||||
- **Tidak Cocok** — selisih teridentifikasi → diselesaikan via nota debit/kredit atau override
|
||||
3. Selisih memerlukan disposisi: setujui dengan toleransi, buat nota debit, atau tolak faktur
|
||||
|
||||
### 1.5 Kinerja Pemasok
|
||||
|
||||
- **Tepat Waktu %**: Item PO dikirim pada atau sebelum tanggal diminta
|
||||
- **Fill Rate %**: Kuantitas dikirim / kuantitas dipesan
|
||||
- **Tingkat Cacat %**: Qty ditolak / total qty diterima
|
||||
- **Skor Komposit**: Rata-rata tertimbang dari metrik di atas
|
||||
- **Insiden Ketidaksesuaian**: Masalah kualitas dilacak dengan tingkat keparahan (Kritis/Besar/Kecil), disposisi (Kembali/Rework/Konsesi), dan pelacakan tindakan korektif
|
||||
- **Blacklist/Persetujuan**: Pemasok dapat ditandai sebagai Dalam Review, Blacklist, atau Menunggu Onboarding dengan jejak audit lengkap
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 2. Proses Inventory
|
||||
|
||||
```
|
||||
Penerimaan → Putaway → Penyimpanan → Picking → Packing → Pengiriman
|
||||
↓
|
||||
Transfer / Penyesuaian / Hitung / Pemakaian / Disposal
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 2.1 Pelacakan Inventory
|
||||
|
||||
- **Visibilitas real-time** di semua gudang dan lokasi bin
|
||||
- **Kuantitas stok**: On Hand, Tersedia (On Hand − Dipesan), Dipesan (dialokasikan ke pesanan)
|
||||
- **Metode valuasi**: FIFO, LIFO, Rata-rata Tertimbang
|
||||
- **Klasifikasi ABC**: A = 80% nilai, B = 15%, C = 5% — mendorong frekuensi hitung siklus dan prioritas review
|
||||
- **Pelacakan Lot/Batch**: Setiap lot penerimaan dicatat dengan tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan sisa umur simpan. FEFO (First Expired First Out) untuk picking.
|
||||
- **Pelacakan Nomor Seri**: Unit individu dilacak sepanjang siklus: Penerimaan → Penyimpanan → Pengiriman → Retur → Pensiun
|
||||
|
||||
### 2.2 Manajemen Gudang
|
||||
|
||||
- **Hierarki multi-lokasi**: Perusahaan > Gudang > Zona > Lorong > Rak > Bin
|
||||
- **Aturan Putaway**: Sistem menyarankan bin optimal berdasarkan kategori item, kecepatan pergerakan, ukuran
|
||||
- **Transfer**: Stok dipindahkan antar gudang dengan ketertelusuran penuh (Permintaan Transfer → Dispatch → Dalam Perjalanan → Terima)
|
||||
- **Hitung Siklus**: Sesi hitung periodik dengan laporan selisih:
|
||||
1. Buat sesi (target item/zona)
|
||||
2. Blind count (penghitung tidak melihat qty sistem)
|
||||
3. Laporan selisih dengan ekspektasi vs aktual
|
||||
4. Posting penyesuaian dengan kode alasan dan persetujuan supervisor
|
||||
- **Stock Take Fisik** : Hitung inventory penuh di akhir periode dengan operasi dibekukan
|
||||
- **Pick List**: Dihasilkan dari SO yang dikonfirmasi dengan urutan pick yang dioptimalkan untuk rute
|
||||
|
||||
### 2.3 Penyesuaian Stok
|
||||
|
||||
- **Kode alasan**: Rusak, Kedaluwarsa, Ditemukan, Hitung Ulang, Write-Off, Lainnya
|
||||
- **Persetujuan supervisor wajib** untuk write-off di atas batas
|
||||
- Jejak audit penuh dengan nilai sebelum/sesudah
|
||||
|
||||
### 2.4 Stok Minimum & Pemesanan Ulang
|
||||
|
||||
- **Reorder Point**: Ketika stok saat ini turun di bawah minimum yang dikonfigurasi
|
||||
- **Safety Stock**: Buffer terhadap variabilitas permintaan
|
||||
- **EOQ (Economic Order Quantity)**: Perhitungan kuantitas pesanan optimal
|
||||
- **Rekomendasi pemesanan ulang otomatis**: Sistem menghasilkan rekomendasi pengisian ulang
|
||||
|
||||
### 2.5 Umur Inventory
|
||||
|
||||
- Item dikelompokkan berdasarkan rentang usia: 0–30h, 31–60h, 61–90h, 91–180h, 181–365h, 365+h
|
||||
- Item bergerak lambat dan usang ditandai untuk review dan kemungkinan disposal
|
||||
|
||||
### 2.6 Pemakaian & Disposal Material
|
||||
|
||||
- **Pemakaian**: Konsumsi dicatat dengan alokasi pusat biaya/proyek. Otomatis mengurangi inventory.
|
||||
- **Disposal**: Stok kedaluwarsa, rusak, atau usang dibuang dengan alasan, metode, dan persetujuan.
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 3. Proses Pemenuhan Pesanan
|
||||
|
||||
```
|
||||
Sales Order → ATP Check → Konfirmasi → Pick → Pack → Kirim → Antarkan → Faktur
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 3.1 Sales Order (SO)
|
||||
|
||||
**Pemicu**: Pelanggan melakukan pemesanan (entri manual atau integrasi e-commerce).
|
||||
|
||||
1. Entri pesanan dengan info pelanggan, item, alamat kirim, tanggal diminta, syarat pembayaran
|
||||
2. **Pemeriksaan ATP (Available-to-Promise)** saat entri pesanan:
|
||||
- Sistem memeriksa stok tersedia + PO masuk − reservasi yang ada
|
||||
- Memberikan tanggal pemenuhan paling awal
|
||||
- ATP parsial: sebagian qty sekarang, sisanya backorder
|
||||
3. Pesanan dikonfirmasi setelah ketersediaan atau penerimaan pelanggan
|
||||
|
||||
**Siklus SO**: `Draft → Dikonfirmasi → Picking → Dikirim → Diantarkan → Ditutup`
|
||||
|
||||
### 3.2 Pick, Pack, Kirim
|
||||
|
||||
1. **Pick List** dihasilkan dari SO yang dikonfirmasi (dioptimalkan untuk rute gudang)
|
||||
2. Item diambil dari bin, kuantitas dikonfirmasi
|
||||
3. **Packing**: Item dikemas dan diberi label. Packing list dihasilkan.
|
||||
4. **Pengiriman Dibuat**: Kurir ditetapkan, nomor pelacakan dicatat
|
||||
5. **Konfirmasi Pengiriman**: POD dicatat (timestamp, nama penerima, tanda tangan)
|
||||
|
||||
### 3.3 Backorder
|
||||
|
||||
- Pemenuhan parsial membuat backorder otomatis untuk kuantitas yang tidak terpenuhi
|
||||
- Backorder dipenuhi saat stok tersedia (penerimaan PO berikutnya)
|
||||
- Pelanggan diberitahu tentang status backorder
|
||||
|
||||
### 3.4 Retur / RMA
|
||||
|
||||
**Pemicu**: Pelanggan meminta retur (cacat, barang salah, rusak, atau perubahan pikiran).
|
||||
|
||||
1. RMA (Return Merchandise Authorization) dibuat dengan kode alasan
|
||||
2. Retur disetujui berdasarkan kebijakan:
|
||||
- Cacat → Persetujuan segera
|
||||
- Permintaan pelanggan → Tergantung jendela retur
|
||||
3. **Disposisi**: Perbaiki & Kembalikan, Ganti, Refund, Nota Kredit, Scrap
|
||||
4. Inventory dikembalikan untuk retur yang diterima
|
||||
5. Inspeksi kualitas untuk barang yang diretur sebelum masuk stok kembali
|
||||
|
||||
### 3.5 Faktur Penjualan
|
||||
|
||||
- Dihasilkan otomatis saat pengiriman atau konfirmasi pengiriman
|
||||
- Faktur dicocokkan dengan item SO
|
||||
- Pelacakan status pembayaran: Belum Dibayar → Sebagian → Lunas
|
||||
- Peringatan pembayaran terlambat dengan ambang yang dapat dikonfigurasi
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 4. Siklus Hidup Pemasok
|
||||
|
||||
```
|
||||
Onboarding → Kualifikasi → Kontrak → Kinerja → Evaluasi → (Perbarui / Ganti / Blacklist)
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 4.1 Onboarding
|
||||
|
||||
- Pendaftaran pemasok dengan rincian perusahaan, NPWP, rekening bank, kontak
|
||||
- Banyak kontak per pemasok dengan peran dan saluran preferensi
|
||||
- Kategorisasi pemasok: Bahan Baku, Barang Jadi, Kemasan, Jasa, Logistik
|
||||
|
||||
### 4.2 Kontrak
|
||||
|
||||
- Kontrak dicatat dengan tanggal berlaku, syarat pembayaran, lingkup
|
||||
- Peringatan perpanjangan otomatis dan kedaluwarsa
|
||||
- Daftar harga yang disetujui per SKU
|
||||
|
||||
### 4.3 Evaluasi Kinerja
|
||||
|
||||
- Scorecard periodik dihasilkan otomatis
|
||||
- Bobot KPI dapat dikonfigurasi oleh admin pengadaan
|
||||
- Peringkat: Excellent (90+), Good (75–89), Fair (60–74), Poor (<60)
|
||||
|
||||
### 4.4 Tindakan Korektif
|
||||
|
||||
- NCR pemasok memicu permintaan tindakan korektif
|
||||
- Pelacakan CAPA (Corrective and Preventive Action)
|
||||
- Kegagalan berulang menyebabkan review blacklist
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 5. Logistik & Transportasi
|
||||
|
||||
```
|
||||
Kirim → Lacak → Antarkan → Konfirmasi → Faktur
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 5.1 Perencanaan Pengiriman
|
||||
|
||||
- Pengiriman outbound direncanakan dengan penetapan kurir
|
||||
- **Perbandingan Biaya Freight**: Bandingkan tarif antar kurir untuk asal, tujuan, berat, dan volume tertentu
|
||||
- Dokumen dihasilkan: Bill of Lading, Packing List, Delivery Note, Faktur Komersial, Certificate of Origin
|
||||
- Pelacakan CO₂ per pengiriman (jarak × faktor moda transportasi)
|
||||
|
||||
### 5.2 Pelacakan Real-Time
|
||||
|
||||
- Integrasi API kurir (JNE, Tiki, SiCepat, dll.)
|
||||
- Status pelacakan: Menunggu Pickup → Dalam Perjalanan → Keluar untuk Pengiriman → Terkirim → Exception
|
||||
- Riwayat lokasi dengan timestamp
|
||||
|
||||
### 5.3 Konfirmasi Pengiriman
|
||||
|
||||
- ePOD (electronic Proof of Delivery)
|
||||
- Pencatatan kondisi: Baik / Rusak / Sebagian
|
||||
- Foto pengiriman (opsional)
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 6. Perencanaan Permintaan
|
||||
|
||||
```
|
||||
Data Historis → Peramalan → Skenario → Pengisian Ulang → Pengadaan
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 6.1 Peramalan
|
||||
|
||||
- Metode statistik: Moving Average (3/6/12 bulan), Exponential Smoothing
|
||||
- Override manual dengan alasan untuk promosi, musiman, peristiwa pasar
|
||||
- Pelacakan akurasi peramalan: MAPE (Mean Absolute Percentage Error) per SKU
|
||||
- Faktor penyesuaian musiman untuk produk dengan pola permintaan
|
||||
|
||||
### 6.2 Perencanaan Pengisian Ulang
|
||||
|
||||
- **Kebutuhan Bersih** = Permintaan Peramalan − Stok Saat Ini − PO Terbuka + Safety Stock
|
||||
- Kuantitas pesanan yang disarankan berdasarkan EOQ
|
||||
- Konversi satu klik ke Purchase Requisition
|
||||
|
||||
### 6.3 Perencanaan Skenario
|
||||
|
||||
- Simulasi "bagaimana-jika": gangguan pasokan, lonjakan permintaan, perubahan mata uang, pergantian pemasok
|
||||
- Analisis dampak per SKU dengan peringkat risiko
|
||||
- Tindakan yang direkomendasikan untuk setiap skenario
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 7. Manajemen Kualitas
|
||||
|
||||
```
|
||||
Inspeksi Masuk → Lulus/Gagal → NCR → CAPA → Penutupan
|
||||
```
|
||||
|
||||
### 7.1 Rencana Inspeksi
|
||||
|
||||
- Daftar periksa per grup/kategori item
|
||||
- Metode sampling: inspeksi 100%, AQL (Acceptable Quality Level), Sampel Tetap
|
||||
- Kriteria penerimaan per pos pemeriksaan
|
||||
|
||||
### 7.2 Catatan Inspeksi
|
||||
|
||||
- Dibuat saat penerimaan barang atau selama produksi
|
||||
- Skor dan hasil (LULUS / GAGAL) per inspeksi
|
||||
- GAGAL memicu pembuatan NCR
|
||||
|
||||
### 7.3 Laporan Ketidaksesuaian (NCR)
|
||||
|
||||
- Tingkat keparahan: Kritis (keselamatan/regulasi), Besar (fungsi), Kecil (kosmetik)
|
||||
- Disposisi: Kembali ke Pemasok, Rework, Terima dengan Konsesi, Scrap
|
||||
- Pelacakan akar masalah dan tindakan korektif
|
||||
- Status: Terbuka → Dalam Proses → Ditutup
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
## 8. Administrasi Sistem
|
||||
|
||||
### 8.1 Manajemen Pengguna & RBAC
|
||||
|
||||
- Akses berbasis peran per modul: Lihat, Buat, Edit, Hapus, Setujui, Ekspor
|
||||
- Peran: Admin, Manajer Rantai Pasok, Petugas Pengadaan, Operator Gudang, Koordinator Logistik, Petugas Keuangan, Sales, Viewer Read-Only
|
||||
|
||||
### 8.2 Matriks Persetujuan
|
||||
|
||||
- Dapat dikonfigurasi per jenis dokumen (PR, PO, MR, SO)
|
||||
- Bertingkat: hingga 3 level persetujuan berdasarkan batas jumlah
|
||||
- Delegasi dapat dikonfigurasi untuk ketidakhadiran
|
||||
|
||||
### 8.3 Penomoran Dokumen
|
||||
|
||||
- Penomoran otomatis per jenis dokumen dengan format yang dapat dikonfigurasi
|
||||
- Prefiks + Tahun + Counter berjalan
|
||||
|
||||
### 8.4 Jejak Audit
|
||||
|
||||
- Catatan immutable dari semua tindakan CUD (Buat, Ubah, Hapus) dan persetujuan
|
||||
- Field: Timestamp, Pengguna, Tindakan, Modul, No. Dokumen, Nilai Lama/Baru
|
||||
- Retensi: minimal 3 tahun
|
||||
|
||||
### 8.5 Integrasi
|
||||
|
||||
- ERP (SAP, Oracle, Odoo) — dua arah
|
||||
- E-commerce (Shopify, WooCommerce) — pesanan masuk
|
||||
- Akuntansi (QuickBooks, Xero) — dua arah
|
||||
- Kurir (JNE, DHL, FedEx) — pengiriman + pelacakan
|
||||
- Notifikasi: Email (SendGrid/SMTP), SMS (Twilio), Dalam Aplikasi
|
||||
- SSO: SAML 2.0 / OIDC
|
||||
|
||||
---
|
||||
|
||||
*Versi dokumen 1.0 — Mei 2026*
|
||||
*Rahasia — PT SCM Group*
|
||||
Reference in New Issue
Block a user